PEMBINAAN ANAK-ANAK DAN PENAGGULANGAN KENAKALAN REMAJA

TIM melaksanakan rapat Akhir Lomba Teknologi Tepat Guna, Tingkat Sekolah, Perguruan Tinggi dan Masyarakat Umum
06/12/2019
Pontianak Expo 2019, Pameran Pekan Inovasi Daerah dan Produk Unggulan Daerah di Pontianak Convention Center
11/12/2019

PEMBINAAN ANAK-ANAK DAN PENAGGULANGAN KENAKALAN REMAJA

SD NEGERI 39

Akhir-akir ini kasus akibat kekerasan di sekolah makin sering ditemui baik

melalui informasi di media cetak maupun yang kita saksikan di layar televisi.

Selain tawuran antar pelajar sebenarnya ada bentuk-bentuk perilaku agresif atau kekerasan yang mungkn sudah lama terjadi di sekolah-sekolah, namun tidak mendapat perhatian, bahkan mungkin tdak dianggap sesuatu hal yang serius. Misalnya bentuk intimidasi dari teman-teman atau pemalakan, pengucilan diri dari temanya, sehingga anak jadi malas pergi ke sekolah karena merasa terancam dan takut, sehingga bisa menjadi depresi tahap ringan dan dapat mempengaruhi belajar di kelas.

Martha sebagai nara sumber dari Dinas Kesehatan menjelaskan“.Bullying berasal dari bahasa Inggris (bully) yang berarti menggertak atau

mengganggu. Banyak definisi tentang bullying ini, terutama yang terjadi dalam konteks lain

 (tempat kerja, masyrakat. komunitas virtual bullying sebagai perilaku agresif kekuasaan terhadap siswa yang dilakukan berulang-ulang oleh seorang/kelompok siswa yang memiliki kekuasaan, terhadap siswa lain yang lebih lemah dengan tujuan menyakiti orang tersebut. Mereka kemudian me gelompokkan bullying ke dalam 5 kategori:

-Kontak fisik langsung

(memukul, mendorong, mencubit, mencakar, juga termasuk memeras dan merusak barang-barang yang dimliki orang lain).

-Kontak verbal langsung

(mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi panggilan nama (name–calling), sarkasme, merendahkan (put-down), mencela/mengejek, mengintimidsi, mengejek, menyebarkan gosip)

-Perlaku non-verbal langsung (melihat dengan sinis, menjulurkan lidah,

menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, mengejek, atau mengancam,

biasanya disertai oleh bullying fisik atau verbal)

-Perilaku non verbal tidak langsung

(mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, sengaja mengucilkan atau mengabaikan, mengirimkan surat kaleng).

 Pelecehan seksual(kadang dikategorikan perilaku agresi fisik atau verbal). Jelasnya..04/09/19.

Ia menambahkan  tentang Definisi lain tentang bullying dapat dikemukakan sebagai berikut:

a. Bullying adalah penggunaan kekuasaan atau kekuatan untuk menyakiti seseorang atau sekelompok, sehingga korban merasa tertekan, trauma dan tidak berdaya.

b. Bullying sebagai penggunaan agresi dalam bentuk apapun yang bertujuan

menyakiti ataupun menyudutkan orang lain secara fisik maupun mental. Bullying dapat berupa tindakan fisik,verbal, emosional, dan juga seksual

c. Bullying adalah bentuk-bentuk perilaku berupa pemaksaan atau usaha menyakiti secara fisik maupun psikologis terhadap seseorang atau kelompok yang lebih lemah oleh seseorang atau sekelompok orang yang mempersiakannya lebih kuat.

Terjadinya bullying di sekolah menurut Salmivalli dan kawan-kawan merupakan proses dinamika kelompok dan di dalamnya ada pembagian peran. Peran-peran tersebut adalah bully, asisten bully, reinfocer, defender, dan outsider.lanjutnya”.

Bully yaitu siswa yang dikategorikan sebagai pemimpin, berinisiatif dan aktif

terlibat dalam perilaku bullying. Asisten bully, juga terlibat aktif dalam perilaku bullying, namun ia cenderung begantung atau mengikuti perintah bully. Paparnya”.

Rinfocer adalah mereka yang ada ketika kejadian bullying terjadi, ikut

menyaksikan, mentertawakan korban, memprofokasi bully, mengajak siswa lain untuk menonton dan sebagainya.

Defender adalah orang-orang yang berusaha membela dan membantu korban,

sering kali akhirnya mereka menjadi korban juga.

Outsider adalah orang-orang yang tahu bahwa hal itu terjadi, namun tidak

melaukan apapun, seolah-olah tidak peduli”jelasnya.

04/09/19

Comments are closed.

'